Railing


Railing adalah konstruksi besi yang dipadu menjadi suatu pegangan sekaligus pagar lantai bahkan hiasan pada dekorasi rumah bertingkat, gedung, dan sebagainya.

Fungsi sebuah railing sebenarnya adalah sebagai alat pengaman dan juga sebagai penyangga saat seseorang akan naik dan turun dari sebuah tangga. Sedangkan fungsi dari sebuah railing balkon adalah sebagai alat pengaman dan penahan dari jatuhnya seseroang dari bagian balkon ke bagian lainnya yang lebih rendah. Namun selain sebagai fungsi utama tersebut dengan sentuhan seni menciptakan beberapa model railing tangga sehingga bagian interior atau eksterior suatu properti semakin indah dipandang.

Fungsi tersebut sangat erat kaitannya dengan sebuah keamanan. Anda yang mempunyai anak tentu harus menggunakan sebuah railing untuk tangga anda. Saat ini sendiri railing tidak hanya berfungsi sebagai penahan dan juga pengaman ketika seseorang ada di tangga namun railing juga bagian dari dekorasi interior di rumah anda.


Product


Jenis-Jenis Railing

Berikut penjelasan untuk masing-masing railing berdasarkan fungsinya yaitu:

Railing Tangga. Railing pada tangga juga sekaligus berfungsi sebagai pagar batas tepi dan sekaligus sebagai batang pegangan untuk orang disaat naik maupun menuruni anak tangga. Standar tinggi railing tangga adalah tinggi 90 cm. Tentang penggunaan motif dapat dengan motif garis-garis horizontal maupun garis-garis vertikal atau dengan motif ornamen hanya saja perhatikan dari sisi fungsi pengaman dan fungsi pegangan, jangan sampai pada batang pegangan mempunyai sudut meruncing maka sebaiknya pada batang pegangan menggunakan bahan material yang tumpul disudut-sudutnya dan enak dalam digenggam. Maksimal jika ada lubang jarak perbatangnya antara 10 cm s/d 15 cm. Bahan barupa kayu, besi maupun kaca dengan tebal kaca minimal 12 mm.                                                                                                         

  

‚Äč 

Hand Railing Dinding. Hand railing yang terpasang pada tangga di sisi dinding mempunyai tinggi yang sama dengan pagar railing tangga yaitu tidak kurang dari 90 cm. Sementara material yang digunakan harus memiliki sifat mudah digenggam dan memiliki sudut yang tumpul. Bahan dapat berupa besi maupun kayu.   

  

 

Railing Balkon Bangunan 2 lantai. Railing ini juga berfungsi sebagai pagar pengamana antara ruang terbuka lantai balkon dengan sisi luar agar penghuni tidak terjatuh dan sebagai batas pegangan. Minimal tinggi railing pada balkon bangun 2 lantai adalah 90 centimeter. Gunakanlah bahan material yang awet dari segi usia maupun desain yang aman. Jika menggunakan unsur besi maka hindari desain garis horizontal karena tidak aman untuk anak-anak sebab pagar dengan garis horizontal ada kemungkinan mudah dijadikan untuk memancat bagi anak-anak. Sangat kami sarankan desain garis vertikal serta dengan jarak lubang antara garis vertikal adalah 7 cm s/d 10 cm. Jika menghendaki memakai bahan material kaca maka gunakan kaca dengan ketebalan minimal 12 mm, namun kaca mempunyai titik lemah jika terkena lemparan benda padat akan mudah pecah atau terbentur dengan benda dengan keras maka sebaiknya hindari bahan material kaca, disamping itu kaca pada pada area terbuka (luar) mudah terkena efek oksidasi lalu buram karena air hujan. Jika menghendaki desain besi tempa maka perhatikan jarak antar lubang dan dimungkinkan sulit untuk digunakan sebagai pijakan memanjat untuk anak-anak. Sebaiknya hindari bahan material kayu karena sifat kayu mudah lapuk dan keropos jika sering terkena air hujan dan lembab.

 

 

Railing Balkon Bangunan Berlantai Banyak. Untuk railing pada bangunan berlantai banyak atau bangunan tinggi batas tinggi railing minimal adalah 110 centimeter, lebih tinggi akan semakin baik. Gunakanlah bahan material yang cukup kuat seperti dari bahan material besi dengan desain garis vertikal, hindari desain garis horizontal karena sangat rentan untuk digunakan pegangan dan memanjat. Jarak antara lubang garis adalah 7 cm s/d 10 cm. Kami sangat tidak menyarankan bahan material kaca maupun kayu.

 

Railing Void. Railing pembatas untuk void (bukaan lantai atas) dengan akses view lantai bawah seperti lantai atas bangunan anda ke lantai bawah maupun seperti void di bangunan mall yang mempunyai akses view ke area plaza mall. Railing void untuk bangun dengan ketinggian minimal adalah 90 cm s/d 110 m. Bahan material dapat menggunakan besi maupun kaca, apabila menggunakan kaca maka batas minimal ketebalan adalah 12 mm. Desain lebih baik menggunakan pola garis-garis vertikal agar terhindar untuk dijadikan pijakan memanjat bagi anak-anak.

 

Keistimewaan:

Penggunaan

Sebagai tambahan tentang railing yang berkenaan dengan kekuatan dan kemanan sebagai salah satu fungsi pagar pembatas lantai, antara lain:

  1. Pemilihan bahan material yang relatif kuat dan tahan lama. Saran memakai unsur material besi (steel).
  2. Ketebalan bahan. Pilihlah bahan yang relatif tebal agar lebih kokoh dan aman untuk dijadikan pembatas.
  3. Gunakan material yang tidak mudah lapuk maupun rusak, jika harus menggunakan material kaca sebaiknya mempunyai standar syarat kekuatan dan keamanan untuk digunakan.
  4. Teknik pemasangan yang benar, seperti menggunakan sistem tanam di lamtai atau di dinding, dapat juga menggunakan las yang sebelumnya telah ditanam besi angkur (anker), sistem baut dynabolt (bukan baut fisher) dan jangan menggunakan sistem paku.

 

 


Page